Senin, 01 Februari 2016

makalah tentang usaha kecil


PENGELOLAAN USAHA KECIL


DISUSUN OLEH:
NAMA                                                : HENDI IRAWAN
KELAS                                               : XII TKJ 1
MATA PLAJARAN                          : KEWIRA USAHAAN

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BINA SISWA 2 CILILIN
JALAN RAYA CIJENUK NO.26 KP.DENGKENG RT.01/RW03 DESA.RANCAPANGGUNG KEC.CILILIN
KAB.BANDUNG BARAT
2015


KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena
berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga saya dapat menyusun dan
menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Makalah ini membahas tentang
“Manajemen Usaha kecil”.
Penulisan   makalah adalah merupakan salah satu tugas harian untuk melengkapi nilai nilai harian
Di samping itu, makalah ini juga disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang  Usaha
Kecil yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber.
Kami tidak lupa mengucapkan terimakasih pada pihak-pihak yang telah membantu
menyelesaikan makalah ini.
Dalam Penulisan makalah ini kami merasa masih banyak kekurangan-kekurangan
baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang kami miliki.
Untuk itu kritik dan saran yang membangun dari semua pembaca. sangat kami harapkan demi
penyempurnaan pada tugas makalah kami berikutnya. Terimakasih










Daftar isi

BAB I        : Pendahuluan
BAB II       : Pembahasan
BAB III     : Penutup
DAFTAR PUSTAKA




























BAB I
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Walaupun banyak orang menghubungkan manajemen terutama dengan bisnis
besar, manajemen yang efektif juga penting untuk usaha kecil (small and start-up
business),   yang   memiliki   peran   yang   penting   dalam   ekonomi   negara.   Pada
kenyataannya, kebanyakan usaha nasional merupakan usaha kecil. Dan manajemen
yang efektif lebih penting dalam suatu usaha kecil daripada dalam usaha yang besar.
Perusahaan besar seperti Honda atau Microsoft dapat dengan mudah bangkit dari
kehilangan beberapa ribu dolar akibat keputusan yang tidak tepat, bahkan kehilangan
beberapa  ribu dolar tidak   akan   mengancam   keberadaan jangka panjang  mereka.
Tetapi   sebuah   usaha   kecil   akan   lebih   mudah   menderita   kerugian   bahkan   jika
menanggung jumlah kehilangan yang lebih kecil. Walaupun hanya membuat sebuah
warung  kecil, seharusnya susun sebuah  manajemen  yang rapi. Karena sesuatu yg
kecil, suatu hari nanti pasti akan besar. 
Di   negara-negara   yang   sedang   berkembang   usaha-usaha   yang   banyak
bertumbuh di masyarakat pada umumnya tergolong sebagai usaha kecil. Fakta ini
menunjukkan bahwa usaha kecil merupakan mayoritas kegiatan masayarakat yang
membeikan kontribusi signifikan pada penciptaan pendapatan penduduknya. Fakta-
fakta seperti berikut ini adalah kenyataan di mana:
a.  Di banyak negara, 99% dari semua bisnis adalah usaha kecil.
b.  40% pekerja bekerja di sektor usaha kecil.
c.  40% dari volume bisnis di banyak negara dilakukan oleh usaha kecil.
d.  75% persen dari pekerjaan baru dihasilkan oleh sektor usaha kecil
e.  50% dari usaha kecil gagal pada dua tahun pertama.
f.  Usaha kecil menampung porsi terbesar pegawai dalam industry ritel, grosir dan
jasa.
g.  Usaha kecil menyumbang bagian terbesar dari penjualan di sector manufaktur.
h.  Manajemen yang buruk adalah penyebab terbesar kegagalan usaha kecil.
i.  Di hampir semua negara, usaha kecil adalah tempat lahirnya kewirausahaan.


















BAB II
PEMBAHASAN
Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia
dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Manajemen hanya merupakan alat  untuk mencapai tujuan dengan efektif dan efisien.Dalam
manajemen, kepemimpinan merupakan faktor yang sangat dominan. Manajemen merupakan
sistem kerjasama yang kooperatif dan rasional. Manajemen pada pembagian tugas kerja, dan
tanggung  jawab yang teratur.
Usaha kecil adalah usaha yang pemiliknya mempunyai jalur komunikasi langsung
dengan kegiatan operasi dan juga dengan sebagian besar tenaga kerja yang ada dalam
kegiatan usaha tersebut, dan biasanya hanya mempekerjakan tidak lebih dari limapuluh
orang.
Usaha kecil memiliki ciri-ciri:
1) Manajemen tergantung pemilik
2) Modal disediakan oleh pemilik sendiri
3) Skala usaha dan jumlah modal relatif kecil
4) Daerah operasi usaha bersifat lokal
5) Sumber daya manusia yang terlibat terbatas
6) Biasanya berhubungan dengan kebutuhan kehidupan sehari-hari
7) Karyawan ada hubungan kekerabatan emosional, dan
8) Mayoritas karyawan berasal dari kalangan yang tidak mampu secara ekonomis.
1. Kriteria Usaha Kecil
Menurut KADIN  dan  Asosiasi  serta  Himpunan  Pengusaha  Kecil,  yang termasuk
kategori usaha kecil adalah :
a. Usaha Perdagangan
Modal aktif perusahaan (MAP) tidak melebihi Rp 150.000.000/tahun dan  Capital
Turn Over (CTO) atau perputaran modal tidak melebihi Rp 600.000
b. Usaha Pertanian
Ketentuan MAP dan CTO seperti butir I.a di atas
c. Usaha Industri
Batas MAP adalah Rp 250.000.000 serta batas CTO Rp 1.000.000.000
d. Usaha Jasa
Batas MAP dan CTO seperti butir I.a di atas.
e. Usaha Jasa Konstruksi
Batas MAP dan CTO seperti butir I.a di atas.
2. Kekuatan dan Kelemahan Usaha Kecil
· Kelemahan-kelemahan usaha kecil
a) Modal terbatas
b) Kredibilitas
c) Permasalahan pegawai
d) Tingginya biaya langsung
e) Terlalu banyak telur dalam satu keranjang
f) Keterbatasan kualitas produk
· Kekuatan usaha kecil
a) Sentuhan pribadi
b) Motivasi yang lebih tinggi
c) Fleksibilitas yang tinggi
d) Minim birokrasi
e) Melayani pasar lokal/domestik
f) Produk/jasa tidak menarik perhatian (tidak mencolok)
· Faktor-faktor yang mengakibatkan kelemahan Usaha Kecil
1) Keterbatasan Modal
Menyeimbangkan "uang masuk" dan "uang keluar" adalah sebuah
perjuangan, terutama ketika mencoba melakukan perluasan usaha.
Bukannya mendapatkan pelayanan istimewa dari pemilik modal ketika
mengajukan pinjaman, pelaku usaha kecil malah lebih sering merasa
diperlakukan seperti warganegara kelas dua. Perusahaan kecil tidak
dapat menggunakan sistem kredit sebagai cara menjual semudah yang
dilakukan perusahaan besar. Selain itu, kebanyakan usaha kecil memiliki
masalah untuk tetap bertahan selama periode menunggu produk mereka
dapat diterima pasar.
2) Permasalahan Kepegawaian
Usaha kecil tidak mampu membayar gaji yang besar, serta
menyediakan kesempatan dan status yang biasanya terdapat pada
perusahaan besar. Pemilik usaha kecil harus berkonsentrasi pada
permasalahan sehari-hari dalam menjalankan bisnis dan biasanya
memiliki sedikit waktu untuk memikirkan tujuan atau rencana jangka
panjang.
3) Biaya langsung yang tinggi
Usaha kecil tidak dapat membeli bahan baku, mesin, atau persediaan
semurah perusahaan besar, atau mendapatkan diskon untuk volume
pembelian yang lebih besar seperti produsen besar. Jadi biaya produksi
per unit biasanya lebih tinggi untuk usaha kecil, tetapi pada umumnya
biaya operasional (overhead) biasanya lebih rendah.
kuatan usaha kecil
4) Keterbatasan varian usaha
Sebuah perusahaan besar yang memiliki banyak sektor usaha dapat
saja mengalami hambatan di salah satu usahanya, tapi mereka tetap
kuat. Hal ini tidak berlaku bagi usaha kecil yang hanya memiliki sedikit
produk. Usaha kecil sangat rentan jika produk baru mereka tidak laku,
atau jika salah satu pasarnya terkena resesi, atau jika produk lamanya
tiba-tiba menjadi ketinggalan zaman.
5) Rendahnya kredibilitas
Masyarakat menerima produk perusahaan besar karena namanya
dikenal  dan biasanya dipercaya. Usaha Kecil harus berjuang untuk
membuktikan setiap kali menawarkan sebuah produk baru atau
memasuki pasar baru. Reputasi dan keberhasilannya di masa lalu di
pasar jarang diperhitungkan.
· Faktor-faktor yang mendorong Kekuatan Usaha Kecil
Pelanggan seringkali membayar harga yang lebih mahal untuk perhatian
pribadi. Bahkan pada banyak industri dimana perbedaan produk dan
harganya tipis, faktor kehadiran manusia menjadi kekuatan utama dalam
menghadapi persaingan.
1) Motivasi lebih tinggi
Manajemen kunci dalam usaha kecil biasanya terdiri atas pemilik.
Konsekuensinya berkerja keras, Iebih lama, dan memiliki lebih banyak
keterlibatan personal. Laba dan rugi memiliki lebih banyak arti bagi
mereka daripada gaji dan bonus yang diperoleh para pegawai
perusahaan besar.
2) Fleksibiltas lebih tinggi
Sebuah usaha kecil memiliki fleksibiltas sebagai keunggulan kompetitif
utama. Sebuah perusahaan besar tidak dapat menutup sebuah pabrik
tanpa perlawanan dari organisasi buruh, atau menaikkan harga tanpa
intervensi dari pemerintah, namun usaha kecil dapat bereaksi rebih cepat
terhadap perubahan persaingan. Sebuah usaha kecil juga memiriki jalur
komunikasi yang lebih
pendek. Lingkup produknya sempit, pasarnya terbatas, serta pabrik dan
gudangnya dekat. Ia dapat dengan cepat mencium masalah dan
memperbaikinya.
3) Kurangnya birokrasi
Para eksekutif perusahaan besar seringkali kesulitan memahami
gambaran besar suatu persoalan. Hal ini menyebabkan terjadinya
inefisiensi. Dalam usaha kecil, seluruh permasalahan dapat mudah
dimengerti, keputusan dapat cepat dibuat dan hasilnya dapat segera
diperiksa dengan mudah.
4) Tidak menyolok
Karena tidak terlalu diperhatikan, perusahaan baru dapat mencoba
taktik penjualan yang baru atau memperkenalkan produk tanpa menarik
perhatian atau perlawanan yang berlebihan. Perusahaan besar
senantiasa berhadapan dengan perang proksi, aksi antitrust, dan
peraturan pemerintah. Mereka juga kurang fleksibel dan sulit melakukan
perubahan dan restrukturisasi.
3. Kapan Usaha Kecil dapat Berhasil ?
Perusahaan kecil pada umumnya dapat berhasil jika memenuhi kriteria seperti berikut
ini :
a. Memenuhi permintaan yang terbatas pada suatu wilayah lokal.
b. Memproduksi sesuatu untuk permintaan spesifik
c. Situasi di mana pasar berubah dengan cepat
d. Menargetkan segmen pasar tertentu
e. Menyediakan layanan perbaikan teknis.
f. Menyediakan layanan pribadi.
g. Menyediakan sentuhan pribadi
h. Menghindari persaingan langsung dengan perusahaan raksasa.
4. Perencanaan Strategis dan Implementasi
Seorang wirausaha yang melangkah masuk ke dalam seluk-beluk kewirausahaan
harus siap untuk berkiprah dalam suatu kompetisi yang tidak mungkin tidak sehat. Tidak
menutup kemungkinan bahwa lingkungan yang dimasuki tersebut merupakan kawah
Candradimuka yang penuh dengan abu batu sandungan yang menghambat kemajuan diri
maupun usahanya.
Untuk itu, sebelum memulai berusaha atau di dalam melanjutkan setiap periode
berusaha, perlu dipikirkan perencanaan strategis yang akurat dan menyeluruh meliputi
seluruh aspek-aspek manajerial dan teknis implementasinya.
Masukan dari lingkungan ekstern dapat berupa adanya peluang-peluang baru,
peluang baru yang diciptakan, maupun evaluasi atas periode operasional yang lalu untuk
mendapatkan gambaran kelayakan dan keterbatasan peluang di masa depan.
1. Melihat Peluang
Bagi seorang yang pesimis, lingkungan yang ada hanyalah sesuatu yang tidak
bergerak dan tidak berubah dari waktu ke waktu. Sedangkan wirausaha yang optimis
mampu melihat lingkungan yang statis sebagai sesuatu yang bergolak dan senantiasa
berubah sebagai suatu trend masyarakat yang tidak terduga
2. Menciptakan Peluang
Seringkali peluang tidak kelihatan dan harus diciptakan sendiri oleh wirausaha.
Prosedur untuk memulai atau mengembangkan ide tentang produk atau jasa-jasa baru
dapat berpedoman kepada langkah-langkah berikut :
a. Menyimpan contoh-contoh kebutuhan atau keperluan yang ditemukan secara luas
namun belum terpenuhi.
b. Mengolah masalah yang ditemukan, menggunakan ide-ide segar sebagai
pelengkap pemecahan masalah.
c. Selanjutnya, biarkan alam bawah sadar kita mengolahnya dan membuat sugesti-
sugesti pengembangannya.
3. Kelayakan dan Keterbatasan Peluang
Masing-masing peluang memiliki kelayakan serta keterbatasan untuk dilaksanakan.
Konsep untuk mengetahui apakah suatu peluang menguntungkan atau tidak untuk
dilaksanakan dikenal sebagai proses perencanaan strategis.
Perencanaan strategis adalah proses mengidentifikasi alternatif-alternatif keputusan
yang harus dilaksanakan oleh seorang wirausaha dalam menciptakan,
mengembangkan dan memilih peluang-peluang yang akan dilaksanakan demi
mencapai tujuan-tujuan yang menguntungkan. Berbagai peluang dan strategi menurut
Hugo Uytherhoeven di antaranya :
a. Do Nothing Strategy
b. Integrasi Vertikal
c. Integrasi horizontal
d. Likuidasi
e. Internasionalisasi
f. Kombinasi
g. Ekspansi
4. Perencanaan Strategis dan Implementasi
Formulasi strategi bisnis yang dimaksud merupakan langkah-langkah yang harus
dilakukan wirausaha yaitu sebagai berikut :
a. Identifikasi bentuk dan macam strategi pengembangan usaha yang akan dicapai
b. Menganalisis dan mengumpulkan informasi yang menunjang dari lingkungan
ekstern
c. Membuat peramalan tentang prospek-prospek yang menguntungkan dari
informasi yang diperoleh
d. Mengidentifikasi kemampuan serta sumber daya yang dimiliki
e. Merumuskan pilihan-pilihan strategi yang akan dilaksanakan
f. Melakukan evaluasi awal terhadap berbagai alternatif strategi yang akan dipilih
(test of consistency)
g. Implementation/pelaksanaan strategi
Proses pengambilan keputusan senantiasa memerlukan konsentrasi yang penuh,
kehati-hatian, ketelitian serta ketepatan dalam memprediksi atau meramalkan sesuatu
hal. Proses kunci yang menjembatani antara peluang yang terlihat dengan kenyataan
yang ada hanyalah dengan menghilangkan sebanyak mungkin faktor-faktor
penghalang untuk melihat kenyataan yang sebenarnya. Wirausaha dituntut untuk
melihat peluang seobyektif mungkin hingga diperoleh informasi bahwa bisnis yang
dilakukannya baik dan menguntungkan.
5. Pendirian Suatu Usaha Kecil
Tindak lanjut setelah wirausaha menemukan peluang atau mendapatkan ide tentang
penciptaan suatu produk atau jasa adalah bagaimana mengantisipasinya. Suatu peluang
hanya dapat dintisipasi dengan melakukan beberapa kegiatan yang menunjang untuk
mencapai tujuan dari wirausaha.
a) Mengantisipasi Peluang
Memperhatikan berbagai kegiatan yang harus dilakukan, maka wirausaha tidak
dapat mengerjakannya sendiri. Ia harus merumuskan :
1) Langkah-langkah dan jenis-jenis kegiatan apa saja yang akan dikerjakan ? siapa
yang mampu membantu dalam melakukannya ?
2) Biaya-biaya apa saja yang dibutuhkan dan berapa ?
3) Apa saja yang mungkin menjadi penghambat, dan bagaimana cara mengatasinya?
4) Apa saja manfaat dan keuntungannya ? bagaimana kelanjutan serta peluangnya
untuk jangka panjang ?
Kunci jawaban atas pertanyaan di atas adalah membentuk organisasi dengan segala
dinamika dan aktivitasnya.
b) Membentuk Organisasi
Organisasi yang dibentuk dan dilaksanakan selayaknya mengacu kepada struktur
organisasi. Namun hingga saat ini belum ada bentuk struktur organisasi yang baku
dan harus ditaati.
Organisasi yang solid atau kompak dapat tercipta jika masing-masing individu
dalam organisasi merasa memiliki organisasi, sehinga mereka mengerti dan menerima
peran dan tanggung jawab mereka dengan penuh dedikasi dan disiplin untuk
mencapai tujuan organisasi. Kondisi ini dapat tercapai jika wirausaha mampu
menerapkan prinsip-prinsip manajemen dalam organisasi serta memiliki jiwa
kepemimpinan yang tangguh.
c) Perencanaa Lokasi



Penentuan lokasi usaha bagi bentuk usaha industry dan manufaktur/pabrik adalah
sangat penting, hal tersebut sehubungan dengan efisiensi atas biaya dalam
memperoleh bahan baku maupun menghemat biaya transportasi dalam distribusi dan
penjualan produk akhirnya.
d) Perencanaa Bahan Baku dan Supplier (BBS)
Untuk mencapai hasil yang maksimal, maka selayaknya komponen-komponen dalam
usaha kecil mempunyai kualifikasi efisien, efektif, serta produktif. Oleh karenanya,
dalam perencanaan bahan baku dan menentukan supplier yang akan menunjang
kebutuhan usaha, wirausaha perlu memilih apa dan siapa yang paling
menguntungkan.
1) Perencanaan BBS untuk Industri Kecil
Wirausaha terlebih dahulu harus menentukan apakah mengolah sendiri atau
membeli kulit yang telah diproses. Juga dapat dipilih pemasok yang menyediakan
bahan baku yang kualitasnya baik namun harganya murah. Koordinasi dengan
bagian pembelian dan produksi serta penjualan akan membantu wirausaha dalam
menentukan perolehan bahan baku dan pemilihan pemasok.
2) Perencanaan BBS untuk Usaha Jasa
Wirausaha harus menentukan dimana bahan baku dapat diperoleh dengan
harga murah, kualitasnya baik, serta pelayanan lanjutan yang memuaskan.
Keseluruhan kegiatan tersebut dapat ditanganinya bersama dengan sekretaris dan
manajer perusahaannya.
e) Tata Letak (Layout)
Wirausaha perlu mengatur peletakan peralatan dan menata dekorasi di dalam
ruangan kerjanya. Manfaat dan fungsinya bagi tujuan perusahaan adalah akan
menarik minat konsumen untuk berpartisipasi serta member kesan baik dan
menambah citra perusahaan di mata rekan bisnis. Pengaturan dapat mengikuti pola-
pola sebagai berikut :
1) Layout Fungsional
2) Layout Garis
3) Layout Campuran









BAB III
KESIMPULAN
Kebanyakan bisnis dimulai oleh orang-orang yang tidak memiliki pengalaman.
Banyak orang berpendapat bahwa manajemen adalah “hal umum”, padahal bila para
pengusaha tidak tahu bagaimana mengambil keputusan bisnis, kemungkinan besar dalam
jangka panjang mereka akan gagal. Manajemen yang baik pada bisnis usaha kecil merupakan
salah satu kunci sukses dalam pengembangan bisnis usaha kecil.













DAFTAR PUSTAKA


Tidak ada komentar:

Posting Komentar