PENGELOLAAN
USAHA KECIL

DISUSUN OLEH:
NAMA :
HENDI IRAWAN
KELAS :
XII TKJ 1
MATA PLAJARAN :
KEWIRA USAHAAN
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BINA
SISWA 2 CILILIN
JALAN RAYA CIJENUK NO.26
KP.DENGKENG RT.01/RW03 DESA.RANCAPANGGUNG KEC.CILILIN
KAB.BANDUNG BARAT
2015
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kami panjatkan ke Hadirat
Tuhan Yang Maha Esa, karena
berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga saya
dapat menyusun dan
menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Makalah
ini membahas tentang
“Manajemen Usaha kecil”.
Penulisan makalah
adalah merupakan salah satu tugas harian untuk melengkapi nilai nilai harian
Di samping itu, makalah ini juga disusun agar
pembaca dapat memperluas ilmu tentang
Usaha
Kecil yang kami sajikan berdasarkan pengamatan
dari berbagai sumber.
Kami tidak lupa mengucapkan terimakasih pada
pihak-pihak yang telah membantu
menyelesaikan makalah ini.
Dalam Penulisan makalah ini kami merasa masih
banyak kekurangan-kekurangan
baik pada teknis penulisan maupun materi,
mengingat akan kemampuan yang kami miliki.
Untuk itu kritik dan saran yang membangun dari
semua pembaca. sangat kami harapkan demi
penyempurnaan pada tugas makalah kami
berikutnya. Terimakasih
Daftar
isi
BAB I : Pendahuluan
BAB II : Pembahasan
BAB III : Penutup
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Walaupun banyak orang menghubungkan manajemen
terutama dengan bisnis
besar, manajemen yang efektif juga penting untuk
usaha kecil (small and start-up
business),
yang memiliki peran
yang penting dalam
ekonomi negara. Pada
kenyataannya, kebanyakan usaha nasional
merupakan usaha kecil. Dan manajemen
yang efektif lebih penting dalam suatu usaha
kecil daripada dalam usaha yang besar.
Perusahaan besar seperti Honda atau Microsoft
dapat dengan mudah bangkit dari
kehilangan beberapa ribu dolar akibat keputusan
yang tidak tepat, bahkan kehilangan
beberapa
ribu dolar tidak akan mengancam
keberadaan jangka panjang mereka.
Tetapi
sebuah usaha kecil
akan lebih mudah
menderita kerugian bahkan
jika
menanggung jumlah kehilangan yang lebih kecil.
Walaupun hanya membuat sebuah
warung
kecil, seharusnya susun sebuah
manajemen yang rapi. Karena
sesuatu yg
kecil, suatu hari nanti pasti akan besar.
Di
negara-negara yang sedang
berkembang usaha-usaha yang
banyak
bertumbuh di masyarakat pada umumnya tergolong
sebagai usaha kecil. Fakta ini
menunjukkan bahwa usaha kecil merupakan mayoritas
kegiatan masayarakat yang
membeikan kontribusi signifikan pada penciptaan
pendapatan penduduknya. Fakta-
fakta seperti berikut ini adalah kenyataan di
mana:
a. Di
banyak negara, 99% dari semua bisnis adalah usaha kecil.
b. 40%
pekerja bekerja di sektor usaha kecil.
c. 40%
dari volume bisnis di banyak negara dilakukan oleh usaha kecil.
d. 75%
persen dari pekerjaan baru dihasilkan oleh sektor usaha kecil
e. 50%
dari usaha kecil gagal pada dua tahun pertama.
f. Usaha
kecil menampung porsi terbesar pegawai dalam industry ritel, grosir dan
jasa.
g. Usaha
kecil menyumbang bagian terbesar dari penjualan di sector manufaktur.
h.
Manajemen yang buruk adalah penyebab terbesar kegagalan usaha kecil.
i. Di
hampir semua negara, usaha kecil adalah tempat lahirnya kewirausahaan.
BAB II
PEMBAHASAN
Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses
pemanfaatan sumber daya manusia
dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan
efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Manajemen hanya merupakan alat untuk mencapai tujuan dengan efektif dan
efisien.Dalam
manajemen, kepemimpinan merupakan faktor yang
sangat dominan. Manajemen merupakan
sistem kerjasama yang kooperatif dan rasional.
Manajemen pada pembagian tugas kerja, dan
tanggung
jawab yang teratur.
Usaha kecil adalah usaha yang pemiliknya
mempunyai jalur komunikasi langsung
dengan kegiatan operasi dan juga dengan sebagian
besar tenaga kerja yang ada dalam
kegiatan usaha tersebut, dan biasanya hanya
mempekerjakan tidak lebih dari limapuluh
orang.
Usaha kecil memiliki ciri-ciri:
1) Manajemen tergantung pemilik
2) Modal disediakan oleh pemilik sendiri
3) Skala usaha dan jumlah modal relatif kecil
4) Daerah operasi usaha bersifat lokal
5) Sumber daya manusia yang terlibat terbatas
6) Biasanya berhubungan dengan kebutuhan
kehidupan sehari-hari
7) Karyawan ada hubungan kekerabatan emosional,
dan
8) Mayoritas karyawan berasal dari kalangan yang
tidak mampu secara ekonomis.
1. Kriteria Usaha Kecil
Menurut KADIN
dan Asosiasi serta Himpunan Pengusaha
Kecil, yang termasuk
kategori usaha kecil adalah :
a. Usaha Perdagangan
Modal aktif perusahaan (MAP) tidak melebihi Rp
150.000.000/tahun dan Capital
Turn Over (CTO)
atau perputaran modal tidak melebihi Rp 600.000
b. Usaha Pertanian
Ketentuan MAP dan CTO seperti butir I.a di atas
c. Usaha Industri
Batas MAP adalah Rp 250.000.000 serta batas CTO
Rp 1.000.000.000
d. Usaha Jasa
Batas MAP dan CTO seperti butir I.a di atas.
e. Usaha Jasa Konstruksi
Batas MAP dan CTO seperti butir I.a di atas.
2. Kekuatan dan
Kelemahan Usaha Kecil
· Kelemahan-kelemahan
usaha kecil
a) Modal terbatas
b) Kredibilitas
c) Permasalahan pegawai
d) Tingginya biaya langsung
e) Terlalu banyak telur dalam satu keranjang
f) Keterbatasan kualitas produk
· Kekuatan usaha kecil
a) Sentuhan
pribadi
b) Motivasi
yang lebih tinggi
c)
Fleksibilitas yang tinggi
d) Minim
birokrasi
e) Melayani
pasar lokal/domestik
f)
Produk/jasa tidak menarik perhatian (tidak mencolok)
· Faktor-faktor yang mengakibatkan kelemahan Usaha Kecil
1)
Keterbatasan Modal
Menyeimbangkan
"uang masuk" dan "uang keluar" adalah sebuah
perjuangan,
terutama ketika mencoba melakukan perluasan usaha.
Bukannya
mendapatkan pelayanan istimewa dari pemilik modal ketika
mengajukan
pinjaman, pelaku usaha kecil malah lebih sering merasa
diperlakukan
seperti warganegara kelas dua. Perusahaan kecil tidak
dapat
menggunakan sistem kredit sebagai cara menjual semudah yang
dilakukan
perusahaan besar. Selain itu, kebanyakan usaha kecil memiliki
masalah
untuk tetap bertahan selama periode menunggu produk mereka
dapat
diterima pasar.
2)
Permasalahan Kepegawaian
Usaha kecil
tidak mampu membayar gaji yang besar, serta
menyediakan
kesempatan dan status yang biasanya terdapat pada
perusahaan
besar. Pemilik usaha kecil harus berkonsentrasi pada
permasalahan
sehari-hari dalam menjalankan bisnis dan biasanya
memiliki
sedikit waktu untuk memikirkan tujuan atau rencana jangka
panjang.
3) Biaya
langsung yang tinggi
Usaha kecil
tidak dapat membeli bahan baku, mesin, atau persediaan
semurah perusahaan
besar, atau mendapatkan diskon untuk volume
pembelian
yang lebih besar seperti produsen besar. Jadi biaya produksi
per unit
biasanya lebih tinggi untuk usaha kecil, tetapi pada umumnya
biaya
operasional (overhead) biasanya lebih rendah.
kuatan usaha
kecil
4)
Keterbatasan varian usaha
Sebuah
perusahaan besar yang memiliki banyak sektor usaha dapat
saja
mengalami hambatan di salah satu usahanya, tapi mereka tetap
kuat. Hal
ini tidak berlaku bagi usaha kecil yang hanya memiliki sedikit
produk. Usaha
kecil sangat rentan jika produk baru mereka tidak laku,
atau jika
salah satu pasarnya terkena resesi, atau jika produk lamanya
tiba-tiba
menjadi ketinggalan zaman.
5) Rendahnya
kredibilitas
Masyarakat
menerima produk perusahaan besar karena namanya
dikenal dan biasanya dipercaya. Usaha Kecil harus
berjuang untuk
membuktikan
setiap kali menawarkan sebuah produk baru atau
memasuki
pasar baru. Reputasi dan keberhasilannya di masa lalu di
pasar jarang
diperhitungkan.
· Faktor-faktor yang mendorong Kekuatan Usaha Kecil
Pelanggan
seringkali membayar harga yang lebih mahal untuk perhatian
pribadi.
Bahkan pada banyak industri dimana perbedaan produk dan
harganya
tipis, faktor kehadiran manusia menjadi kekuatan utama dalam
menghadapi
persaingan.
1) Motivasi
lebih tinggi
Manajemen
kunci dalam usaha kecil biasanya terdiri atas pemilik.
Konsekuensinya
berkerja keras, Iebih lama, dan memiliki lebih banyak
keterlibatan
personal. Laba dan rugi memiliki lebih banyak arti bagi
mereka
daripada gaji dan bonus yang diperoleh para pegawai
perusahaan
besar.
2)
Fleksibiltas lebih tinggi
Sebuah usaha
kecil memiliki fleksibiltas sebagai keunggulan kompetitif
utama.
Sebuah perusahaan besar tidak dapat menutup sebuah pabrik
tanpa
perlawanan dari organisasi buruh, atau menaikkan harga tanpa
intervensi
dari pemerintah, namun usaha kecil dapat bereaksi rebih cepat
terhadap
perubahan persaingan. Sebuah usaha kecil juga memiriki jalur
komunikasi
yang lebih
pendek.
Lingkup produknya sempit, pasarnya terbatas, serta pabrik dan
gudangnya
dekat. Ia dapat dengan cepat mencium masalah dan
memperbaikinya.
3) Kurangnya
birokrasi
Para
eksekutif perusahaan besar seringkali kesulitan memahami
gambaran
besar suatu persoalan. Hal ini menyebabkan terjadinya
inefisiensi.
Dalam usaha kecil, seluruh permasalahan dapat mudah
dimengerti,
keputusan dapat cepat dibuat dan hasilnya dapat segera
diperiksa
dengan mudah.
4) Tidak
menyolok
Karena tidak
terlalu diperhatikan, perusahaan baru dapat mencoba
taktik
penjualan yang baru atau memperkenalkan produk tanpa menarik
perhatian
atau perlawanan yang berlebihan. Perusahaan besar
senantiasa
berhadapan dengan perang proksi, aksi antitrust, dan
peraturan
pemerintah. Mereka juga kurang fleksibel dan sulit melakukan
perubahan
dan restrukturisasi.
3. Kapan
Usaha Kecil dapat Berhasil ?
Perusahaan
kecil pada umumnya dapat berhasil jika memenuhi kriteria seperti berikut
ini :
a. Memenuhi
permintaan yang terbatas pada suatu wilayah lokal.
b.
Memproduksi sesuatu untuk permintaan spesifik
c. Situasi di
mana pasar berubah dengan cepat
d.
Menargetkan segmen pasar tertentu
e.
Menyediakan layanan perbaikan teknis.
f.
Menyediakan layanan pribadi.
g.
Menyediakan sentuhan pribadi
h.
Menghindari persaingan langsung dengan perusahaan raksasa.
4.
Perencanaan Strategis dan Implementasi
Seorang
wirausaha yang melangkah masuk ke dalam seluk-beluk kewirausahaan
harus siap
untuk berkiprah dalam suatu kompetisi yang tidak mungkin tidak sehat. Tidak
menutup
kemungkinan bahwa lingkungan yang dimasuki tersebut merupakan kawah
Candradimuka
yang penuh dengan abu batu sandungan yang menghambat kemajuan diri
maupun
usahanya.
Untuk itu,
sebelum memulai berusaha atau di dalam melanjutkan setiap periode
berusaha,
perlu dipikirkan perencanaan strategis yang akurat dan menyeluruh meliputi
seluruh
aspek-aspek manajerial dan teknis implementasinya.
Masukan dari
lingkungan ekstern dapat berupa adanya peluang-peluang baru,
peluang baru
yang diciptakan, maupun evaluasi atas periode operasional yang lalu untuk
mendapatkan
gambaran kelayakan dan keterbatasan peluang di masa depan.
1. Melihat
Peluang
Bagi seorang
yang pesimis, lingkungan yang ada hanyalah sesuatu yang tidak
bergerak dan
tidak berubah dari waktu ke waktu. Sedangkan wirausaha yang optimis
mampu
melihat lingkungan yang statis sebagai sesuatu yang bergolak dan senantiasa
berubah
sebagai suatu trend masyarakat yang tidak terduga
2.
Menciptakan Peluang
Seringkali
peluang tidak kelihatan dan harus diciptakan sendiri oleh wirausaha.
Prosedur
untuk memulai atau mengembangkan ide tentang produk atau jasa-jasa baru
dapat
berpedoman kepada langkah-langkah berikut :
a. Menyimpan
contoh-contoh kebutuhan atau keperluan yang ditemukan secara luas
namun belum
terpenuhi.
b. Mengolah
masalah yang ditemukan, menggunakan ide-ide segar sebagai
pelengkap
pemecahan masalah.
c.
Selanjutnya, biarkan alam bawah sadar kita mengolahnya dan membuat sugesti-
sugesti
pengembangannya.
3. Kelayakan
dan Keterbatasan Peluang
Masing-masing
peluang memiliki kelayakan serta keterbatasan untuk dilaksanakan.
Konsep untuk
mengetahui apakah suatu peluang menguntungkan atau tidak untuk
dilaksanakan
dikenal sebagai proses perencanaan strategis.
Perencanaan
strategis adalah proses mengidentifikasi alternatif-alternatif keputusan
yang harus
dilaksanakan oleh seorang wirausaha dalam menciptakan,
mengembangkan
dan memilih peluang-peluang yang akan dilaksanakan demi
mencapai
tujuan-tujuan yang menguntungkan. Berbagai peluang dan strategi menurut
Hugo
Uytherhoeven di antaranya :
a. Do
Nothing Strategy
b. Integrasi
Vertikal
c. Integrasi
horizontal
d. Likuidasi
e.
Internasionalisasi
f. Kombinasi
g. Ekspansi
4.
Perencanaan Strategis dan Implementasi
Formulasi
strategi bisnis yang dimaksud merupakan langkah-langkah yang harus
dilakukan
wirausaha yaitu sebagai berikut :
a.
Identifikasi bentuk dan macam strategi pengembangan usaha yang akan dicapai
b.
Menganalisis dan mengumpulkan informasi yang menunjang dari lingkungan
ekstern
c. Membuat
peramalan tentang prospek-prospek yang menguntungkan dari
informasi
yang diperoleh
d.
Mengidentifikasi kemampuan serta sumber daya yang dimiliki
e.
Merumuskan pilihan-pilihan strategi yang akan dilaksanakan
f. Melakukan
evaluasi awal terhadap berbagai alternatif strategi yang akan dipilih
(test of
consistency)
g.
Implementation/pelaksanaan strategi
Proses
pengambilan keputusan senantiasa memerlukan konsentrasi yang penuh,
kehati-hatian,
ketelitian serta ketepatan dalam memprediksi atau meramalkan sesuatu
hal. Proses
kunci yang menjembatani antara peluang yang terlihat dengan kenyataan
yang ada
hanyalah dengan menghilangkan sebanyak mungkin faktor-faktor
penghalang
untuk melihat kenyataan yang sebenarnya. Wirausaha dituntut untuk
melihat
peluang seobyektif mungkin hingga diperoleh informasi bahwa bisnis yang
dilakukannya
baik dan menguntungkan.
5. Pendirian
Suatu Usaha Kecil
Tindak
lanjut setelah wirausaha menemukan peluang atau mendapatkan ide tentang
penciptaan
suatu produk atau jasa adalah bagaimana mengantisipasinya. Suatu peluang
hanya dapat
dintisipasi dengan melakukan beberapa kegiatan yang menunjang untuk
mencapai
tujuan dari wirausaha.
a)
Mengantisipasi Peluang
Memperhatikan
berbagai kegiatan yang harus dilakukan, maka wirausaha tidak
dapat
mengerjakannya sendiri. Ia harus merumuskan :
1)
Langkah-langkah dan jenis-jenis kegiatan apa saja yang akan dikerjakan ? siapa
yang mampu
membantu dalam melakukannya ?
2)
Biaya-biaya apa saja yang dibutuhkan dan berapa ?
3) Apa saja
yang mungkin menjadi penghambat, dan bagaimana cara mengatasinya?
4) Apa saja
manfaat dan keuntungannya ? bagaimana kelanjutan serta peluangnya
untuk jangka
panjang ?
Kunci
jawaban atas pertanyaan di atas adalah membentuk organisasi dengan segala
dinamika dan
aktivitasnya.
b) Membentuk
Organisasi
Organisasi
yang dibentuk dan dilaksanakan selayaknya mengacu kepada struktur
organisasi.
Namun hingga saat ini belum ada bentuk struktur organisasi yang baku
dan harus
ditaati.
Organisasi
yang solid atau kompak dapat tercipta jika masing-masing individu
dalam
organisasi merasa memiliki organisasi, sehinga mereka mengerti dan menerima
peran dan
tanggung jawab mereka dengan penuh dedikasi dan disiplin untuk
mencapai
tujuan organisasi. Kondisi ini dapat tercapai jika wirausaha mampu
menerapkan
prinsip-prinsip manajemen dalam organisasi serta memiliki jiwa
kepemimpinan
yang tangguh.
c)
Perencanaa Lokasi
Penentuan
lokasi usaha bagi bentuk usaha industry dan manufaktur/pabrik adalah
sangat
penting, hal tersebut sehubungan dengan efisiensi atas biaya dalam
memperoleh
bahan baku maupun menghemat biaya transportasi dalam distribusi dan
penjualan
produk akhirnya.
d)
Perencanaa Bahan Baku dan Supplier (BBS)
Untuk
mencapai hasil yang maksimal, maka selayaknya komponen-komponen dalam
usaha kecil
mempunyai kualifikasi efisien, efektif, serta produktif. Oleh karenanya,
dalam
perencanaan bahan baku dan menentukan supplier yang akan menunjang
kebutuhan
usaha, wirausaha perlu memilih apa dan siapa yang paling
menguntungkan.
1)
Perencanaan BBS untuk Industri Kecil
Wirausaha
terlebih dahulu harus menentukan apakah mengolah sendiri atau
membeli
kulit yang telah diproses. Juga dapat dipilih pemasok yang menyediakan
bahan baku
yang kualitasnya baik namun harganya murah. Koordinasi dengan
bagian
pembelian dan produksi serta penjualan akan membantu wirausaha dalam
menentukan
perolehan bahan baku dan pemilihan pemasok.
2)
Perencanaan BBS untuk Usaha Jasa
Wirausaha
harus menentukan dimana bahan baku dapat diperoleh dengan
harga murah,
kualitasnya baik, serta pelayanan lanjutan yang memuaskan.
Keseluruhan
kegiatan tersebut dapat ditanganinya bersama dengan sekretaris dan
manajer
perusahaannya.
e) Tata
Letak (Layout)
Wirausaha
perlu mengatur peletakan peralatan dan menata dekorasi di dalam
ruangan
kerjanya. Manfaat dan fungsinya bagi tujuan perusahaan adalah akan
menarik minat
konsumen untuk berpartisipasi serta member kesan baik dan
menambah
citra perusahaan di mata rekan bisnis. Pengaturan dapat mengikuti pola-
pola sebagai
berikut :
1) Layout
Fungsional
2) Layout
Garis
3) Layout
Campuran
BAB III
KESIMPULAN
Kebanyakan
bisnis dimulai oleh orang-orang yang tidak memiliki pengalaman.
Banyak orang
berpendapat bahwa manajemen adalah “hal umum”, padahal bila para
pengusaha
tidak tahu bagaimana mengambil keputusan bisnis, kemungkinan besar dalam
jangka
panjang mereka akan gagal. Manajemen yang baik pada bisnis usaha kecil
merupakan
salah satu
kunci sukses dalam pengembangan bisnis usaha kecil.
DAFTAR
PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar