zeudud
Jumat, 01 Oktober 2021
Kamis, 21 Desember 2017
Mars ansor
Mars GP Ansor
Darah dan nyawa telah kuberikan
Syuhada rebah Allahu Akbar
Kini bebas rantai ikatan
Negara jaya Islam yang benar
<>
Berkibar tinggi panji gerakan
Iman di dada patriot perkasa
Ansor maju satu barisan
Seribu rintangan patah semua
Tegakkan yang adil hancurkan yang dzalim
Makmur semua lenyap yang nista
Allahu Akbar – Allahu Akbar
Pajar baja gerakan kita
Bangkitlah bangkit putra pertiwi
Tiada gentar dada ke muka
Bela agama bangsa negeri
Mars BANSER
MARS BANSER
IJINKAN AYAH IJINKAN IBU
RELAKAN KAMI PERGI BERJUANG
DI BAWAH KIBARAN BENDERA NU
MAJULAH AYO MAJU SERANG
SERBU
TIDAK KEMBALI PULANG
SEBELUM KITA YANG MENANG
WALAU MAYAT TERKAPAR DI MEDAN PERANG
DEMI AGAMA KU RELA BERKORBAN
MAJU AYO MAJU AYO TERUS MAJU
SINGKIRKAN DIA.. DIA.. DIA..
KIKIS HABISLAH MEREKA
MUSUH AGAMA DAN ULAMA
WAHAI BARISAN ANSOR SERBA GUNA
DIMANA ENGKAU BERADA
DISINI,
TERUSKANLAH PERJUANGAN
DEMI AGAMA KU RELA BERKORBAN…… (2X)
Senin, 22 Mei 2017
SARASEHAN NAHDLIYIN BANDUNG BARAT
REKOMENDASI SARASEHAN SINDANGKERTA KAB. BANDUNG BARAT
1. Meneguhkan kembali sikap NU sebagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan yang menjunjung Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945 dan NKRI sejalan dengan spirit hubbul wathan minal iman. Keislaman dan kebangsaan merupakan dua sisi yang tidak bisa dipisahkan ibarat ruh dan jasad. Aparatur Sipil Negara, TNI/Polri, Mahasiswa/i yang belajar di Perguruan Tinggi Negeri/Swasta yang terbukti melakukan kegiatan yang tidak sejalan dengan empat pilar kebangsaan agar ditindak tegas dan statusnya ditinjau ulang sesuai dengan peraturan yang berlaku.
2. Warga nahdliyin baik struktural maupun kultural diharapkan berperan aktif dalam menghadapi persoalan keumatan, kemasyarakatan, maupun kebangsaan, menghindari dan menghadang arus radikalisme, politisasi agama, dan hal-hal yang dapat menjadi pemicu (trigger) konflik SARA.
3. Membina hubungan yang sinergis antara pemerintah, TNI/Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat dan semua elemen masyarakat untuk mempererat jalinan komunikasi dan silaturrahim.
4. Reaktualisasi dan revitalisasi fikrah, amaliyah dan harokah nahdliyah di kalangan nahdliyin melalui kaderisasi yang berkelanjutan dan rekrutmen NU struktural didasarkan kepada jenjang karir dan kapabilitas.
5. Memperkuat kemandirian di bidang pemikiran, ekonomi dan politik kebangsaan, sebagaimana tergambar dalam tiga pilar organisasi embrio NU, yakni Tashwirul Afkar, Nahdlatut Tujjar dan Nahdlatul Wathan.















