MAKALAH
KEWIRAUSAHAAN
‘’CARA
MENDIRIKAN USAHA BARU’’

DISUSUN OLEH:
NAMA : HENDI IRAWAN
KELAS : XII TKJ 1
MATA PLAJARAN :
KEWIRA USAHAAN
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BINA SISWA 2 CILILIN
JALAN RAYA CIJENUK NO.26 KP.DENGKENG RT.01/RW03
DESA.RANCAPANGGUNG KEC.CILILIN
KAB.BANDUNG BARAT
2015
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kami panjatkan ke Hadirat
Tuhan Yang Maha Esa, karena
berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga
saya dapat menyusun dan
menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Makalah
ini membahas tentang
“CARA MENDIRIKAN USAHA BARU”.
Penulisan makalah
adalah merupakan salah satu tugas harian untuk melengkapi nilai nilai harian
Di samping itu, makalah ini juga disusun agar
pembaca dapat memperluas ilmu tentang ‘’cara
mendirikan usaha baru ‘’yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai
sumber.
Kami tidak lupa mengucapkan terimakasih pada
pihak-pihak yang telah membantu
menyelesaikan makalah ini.
Dalam Penulisan makalah ini kami merasa masih
banyak kekurangan-kekurangan
baik pada teknis penulisan maupun materi,
mengingat akan kemampuan yang kami miliki.
Untuk itu kritik dan saran yang membangun dari
semua pembaca. sangat kami harapkan demi
penyempurnaan pada tugas makalah kami
berikutnya. Terimakasih
Daftar
isi
BAB I : Pendahuluan
BAB II : Pembahasan
BAB III : Penutup
DAFTAR PUSTAKA
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Melihat realita di zaman sekarang sangat sulit
mencari pekerjaan, karena lowongan pekerjaan lebih sedikit dibandingkan pencari
pekerjaan. Di desa maupun di kota sama- sama sulit mencari pekerjaan. Kami
mencoba untuk meneliti cara mendirikan usaha, agar muncul usaha-
usaha baru untuk para pencari kerja. Langkah pertama untuk mendirikan usaha
yaitu dengan mengetahui tata cara mendirikan suatu usaha baru. Maka dari itu
kami memilih judul makalah “ CARA MENDIRIKAN USAHA “ untuk memperdalam
materi kewirausahaan.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di
atas, maka diperoleh rumusan masalah sebagai berikut:
1) dari mana ide
mendirikan bisnis baru dapat kita peroleh?
2) apa
alasan-alasan mendirikan usaha baru?
3) bagaimana cara
memasuki usaha?
C. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan
pembuatan makalah ini yaitu sebagai berikut:
1) mahasiswa
mengetahui asal ide usaha baru
2) mahasiswa
mengetahui alasan-alasan mendirikan usaha baru
3) mahasiswa
mengetahui cara memasuki usaha
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Ide Mendirikan Usaha
Baru
Beberapa penelitian telah berusaha mencoba untuk
menemukan tempat bermulanya ide pendirian bisnis berskala kecil.
National Federation of Independent Business Foundation, menemukan
bahwa “pengalaman kerja terdahulu” menyebabkan 45% ide baru. “Minat
pribadi” berjumlah 16% dari total penelitian, dan “munculnya kesempatan”
berjumlah 11%.
Longenecker, et. all, (2001) mengungkapkan beberapa
sumber ide awal pendirian usaha baru, perusahaan. Sumber ide awal tersebut
dapat berasal dari:
1) pengalaman
pribadi
Dasar utama ide awal adalah pengalaman pribadi, baik
saat bekerja maupun di rumah. Pengetahuan yang didapatkan dari pekerjaan yang
terakhir maupun sekarang seringkali membuat seseorang untuk melihat kemungkinan
untuk memodifikasi produk yang telah ada, memperbaiki pelayanan, menduplikasi
konsep bisnis dalam lokasi berbeda.
2) minat
Kadangkala minat tumbuh di luar statusnya sebagai
minat dan menjadi bisnis. Misalnya, seorang murid yang suka berolahraga ski
mungkin dapat memulai bisnis penyewaan alat-alat ski. Dengan demikian, ia
mendapatkan penghasilan dari kegiatan yang dia senangi.
3) penemuan
secara tidak sengaja
Penemuan secara tidak sengaja melibatkan sesuatu
yang disebut serendipitas (kemampuan menemukan sesuatu) atau sejenis kemampuan
untuk membuat penemuan yang diinginkan secara tidak sengaja.
4) relasi atau
bisnis keluarga
Ada pepatah bisnis adalah menjaga hubungan dan
memperbanyak relasi. Relasi adakalanya kerjasama yang akan memunculkan ide
melakukan usaha baik secara bersama maupun mandiri. Jika orang tua melakukan
bisnis suka tidak suka, mau tidak mau, anak dan keluarga akan merasakan
susah-enaknya berbisnis. Sekali waktu anak dan anggota keluarga akan menemukan
ide bisnis yang kadang apabila diterapkan akan berjalan.
5) pencarian ide
dengan penuh pertimbangan
Sebuah ide awal dapat muncul dari percobaan yang dilakukan
oleh wirausaha untuk menemukan ide baru. Usaha pencarian yang sedemikian rupa
dapat berguna karena hal tersebut merangsang kesiapan pikiran, contoh wirausaha
yang berpikir serius mengenai ide bisnis baru akan lebih dapat menerima ide
baru dari berbagai sumber. Majalah dan tabloid lainnya merupakan sumber yang
bagus untuk memperoleh ide awal. Salah satu cara membangkitkan ide awal adalah
membaca tentang kreativitas wirausaha lain.
Alasan Mendirikan Usaha Baru
Berikut ini beberapa alasan orang-orang ingin
mendirikan usaha baru:
1) Menampilkan
penemuan terbaru atau barang / jasa terbaru yang dikembangkan
2) Mengambil
keuntungan dari lokasi, peralatan, produk atau layanan, pekerjaan , pemasok,
dan bankir yang ideal.
3) Menghindari
pendahuluan yang tidak diinginkan, kebijaksanaan proses, dan ikatan sah dari
perusahaan yang ada. Preseden, kebijakan, prosedur, komitmen hukum dari
perusahaan yang sudah ada yang tidak diinginkan.
C. Cara Memasuki Usaha
Sebagai pengelola dan pemilik usaha atau pelaksana
usaha kecil wirausaha dapat memilih dan melakukan tiga cara yang dapat
dilakukan oleh seseorang apabila ingin memulai suatu usaha atau memasuki dunia
usaha yaitu :
1) merintis usaha
baru
Memulai usaha dimulai dari ide dasar yang kuat, bisa
diwujudkan dan penuh pertimbangan muncul karena kreativitas dan inovasi.
Merintis udaha baru dimulai dengan adanya ide dasar (longenecer, et. all,
2001);
a. ide awal
penyediaan produk yang sudah ada, tapi belum tersedia pasar bagi konsumen
b. ide awal yang
melibatkan teknologi baru, yang didasarkan bagi penyediaan produk baru pada
konsumen
c. ide awal
yang didasarkan pada penyediaan produk yang telah diperbarui bagi konsumen
Merintis usaha baru perlu memperhatikan beberapa hal
penting agar usaha tersebut mampu tumbuh dan berkembang dalam jangka panjang.
Hal penting tersebut adalah:
a. bidang,
jenis usaha yang dimasuki
b. bentuk usaha
dan kepemilikan
c. tempat
usaha yang dipilih
d. organisasi
usaha
e. jaminan
usaha
f. lingkungan
usaha yang berpengaruh.
Secara umum, ada 3 (tiga) bentuk usaha baru yang
dapat dirintis yaitu:
a. perusahaan
milik sendiri (sole proprietorship), bentuk usaha yang dimiliki dan dikelola
sendiri oleh seseorang
b. persekutuan
(partnership), suatu kerjasama (asosiasi) dua orang atau lebih yang secara
bersama-sama menjalankan usaha bersama
c. perusahaan
berbadan hukum (corporation), perusahaan yang didirikan atas dasar badan hukum
dengan modal saham-saham.
2) membeli
perusahaan lain
Adakalanya wirausaha menjual usaha kepada wirausaha
lain karena suatu hal. Wirausaha yang akan melakukan pembelian perlu
mempertimbangkan resiko-resikonya dan harus dilakukan dengan
hati-hati. Banyak alasan mengapa seseorang memilih membeli perusahaan yang
sudah ada daripada mendirikan atau merintis usaha baru, antara lain:
a. resiko
lebih rendah
b. lebih mudah
dalam memasuki dunia usaha
c. memiliki
peluang untuk membeli dengan harga yang dapat ditawar.
Untuk menghindari kerugian yang sangat mahal,
seorang wirausaha harus memperhatikan hal-hal kritis dalam analisis pembelian
seperti berikut:
a. alasan
pemilik menjual sebuah usaha
b. bagaimana
kondisi fisik perusahaan
c. potensi
produk dan jasa yang dihasilkan
d. aspek legal
yang perlu diperhatikan
e. kondisi
keuangan masa sebelumnya, kini, dan prospek masa depan.
Membeli bisnis yang sudah ada apabila dilakukan
dengan pengamatan sampai implementasi pembelian dengan tepat akan mendatangkan
beberapa keuntungan seperti:
a. apabila
sebelumnya perusahaan sudah berhasil, maka dimungkinkan ke depan dapat terus
berhasil
b. bisnis yang
sudah ada mungkin telah berada pada lokasi yang baik
c. sudah
memiliki karyawan, peralatan, persediaan, pelanggan, dan pemasok
d. pemilik baru
dapat langsung menjalankan bisnis
e. pemilik
baru dapat memanfaatkan pengalaman pemilik sebelumnya.
Namun tidak selamanya membeli perusahaan lain
mendatangkan keuntungan. Berikut beberapa kelemahan dari membeli usaha:
a. ada
kecenderungan nilai perusahaan rendah
b. pemilik lama
mungkin sudah menciptakan citra buruk
c. karyawan
lama mungkin tidak sesuai dengan perubahan pemilik baru
d. lokasi,
fasilitas, persediaan mungkin sudah usang
e. perubahan
dan inovasi sulit dijalankan
3) waralaba
Waralaba adalah suatu sistem distribusi di mana
pemilik bisnis semi mandiri membayar iuran dan royalti kepada perusahaan induk
untuk menjual produk/jasa dengan menggunakan format sistem bisnisnya. Waralaba
menjadi alternatif memulai usaha yang banyak diminati saat ini karena berbagai
alasan seperti mudah pendiriannya, iklan bersama, nama sudah dikenal, dan
lain-lain.
Permasalahan umum yang terjadi di Indonesia yaitu
masalah posisi, sebagian besar wirausaha hanya berstatus penerima waralaba dari
pada pemberi waralaba. Wirausahawan yang akan memulai usaha waralaba perlu
mengetahui dengan teliti aturan-aturan perjanjian kerjasama yang akan dibuat.
Beberapa kuntungan membeli waralaba yaitu:
a. adanya
dukungan dan pelatihan manajemen
b. daya tarik
merk dan mutu produk dan jasa yang baik
c. program
iklan berskala nasional
d. mendapat
bantuan keuangan
e. kekuatan
membeli terpusat dan ada perlindungan teritorial
f. peluang
berhasil lebih besar
Sedangkan kelemahan membeli waralaba antara lain:
a. adanya
iuran waralaba dan pembagian keuntungan
b. sepenuhnya
mengikuti operasi standart dan kurang kebebasan
c. batasan
dalam pembelian dan lini produk terbatas
d. program
pelatihan yang tidak memuaskan
4) bisnis
keluarga
Bisnis keluarga adalah sebuah lembaga
bisnis/perusahaan yang anggota keluarganya secara langsung terlibat di dalam
kpemilikan dan atau jabatan/fungsi dalam perusahaan. Meskipun pendiri merupakan
kekuatan uatama dalam memulai perusahaan wirausaha, kebutuhan akan dukungan
bisnis dan bantuan keuangan akan membuat pengelola mempercayai anggota keluarga
dari pada orang lainyang belum begitu dikenal. Cepat atau lambat, pendiri akan
melibatkan pasangan dan anggota keluarga ke dalam bisnis, dengan beberapa
alasan, standar hidup keluarga terkait langsung dengan abisnis dan keluarga
merupakan aset yang berharga bagi seseorang.
Berdasarkan penjelasan cara merintis usaha baru di
atas, kita dapat mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan dari ketiga cara
tersebut ke dalam tabel sebagai berikut:
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
a. Ide mendirikan usaha baru
Beberapa penelitian telah berusaha mencoba untuk
menemukan tempat bermulanya ide pendirian bisnis berskala kecil.
National Federation of Independent Business Foundation, menemukan
bahwa “pengalaman kerja terdahulu” menyebabkan 45% ide baru. “Minat
pribadi” berjumlah 16% dari total penelitian, dan “munculnya kesempatan”
berjumlah 11%.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar