Senin, 01 Februari 2016

makalah tentang usaha kecil


PENGELOLAAN USAHA KECIL


DISUSUN OLEH:
NAMA                                                : HENDI IRAWAN
KELAS                                               : XII TKJ 1
MATA PLAJARAN                          : KEWIRA USAHAAN

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BINA SISWA 2 CILILIN
JALAN RAYA CIJENUK NO.26 KP.DENGKENG RT.01/RW03 DESA.RANCAPANGGUNG KEC.CILILIN
KAB.BANDUNG BARAT
2015


KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena
berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga saya dapat menyusun dan
menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Makalah ini membahas tentang
“Manajemen Usaha kecil”.
Penulisan   makalah adalah merupakan salah satu tugas harian untuk melengkapi nilai nilai harian
Di samping itu, makalah ini juga disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang  Usaha
Kecil yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber.
Kami tidak lupa mengucapkan terimakasih pada pihak-pihak yang telah membantu
menyelesaikan makalah ini.
Dalam Penulisan makalah ini kami merasa masih banyak kekurangan-kekurangan
baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang kami miliki.
Untuk itu kritik dan saran yang membangun dari semua pembaca. sangat kami harapkan demi
penyempurnaan pada tugas makalah kami berikutnya. Terimakasih










Daftar isi

BAB I        : Pendahuluan
BAB II       : Pembahasan
BAB III     : Penutup
DAFTAR PUSTAKA




























BAB I
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Walaupun banyak orang menghubungkan manajemen terutama dengan bisnis
besar, manajemen yang efektif juga penting untuk usaha kecil (small and start-up
business),   yang   memiliki   peran   yang   penting   dalam   ekonomi   negara.   Pada
kenyataannya, kebanyakan usaha nasional merupakan usaha kecil. Dan manajemen
yang efektif lebih penting dalam suatu usaha kecil daripada dalam usaha yang besar.
Perusahaan besar seperti Honda atau Microsoft dapat dengan mudah bangkit dari
kehilangan beberapa ribu dolar akibat keputusan yang tidak tepat, bahkan kehilangan
beberapa  ribu dolar tidak   akan   mengancam   keberadaan jangka panjang  mereka.
Tetapi   sebuah   usaha   kecil   akan   lebih   mudah   menderita   kerugian   bahkan   jika
menanggung jumlah kehilangan yang lebih kecil. Walaupun hanya membuat sebuah
warung  kecil, seharusnya susun sebuah  manajemen  yang rapi. Karena sesuatu yg
kecil, suatu hari nanti pasti akan besar. 
Di   negara-negara   yang   sedang   berkembang   usaha-usaha   yang   banyak
bertumbuh di masyarakat pada umumnya tergolong sebagai usaha kecil. Fakta ini
menunjukkan bahwa usaha kecil merupakan mayoritas kegiatan masayarakat yang
membeikan kontribusi signifikan pada penciptaan pendapatan penduduknya. Fakta-
fakta seperti berikut ini adalah kenyataan di mana:
a.  Di banyak negara, 99% dari semua bisnis adalah usaha kecil.
b.  40% pekerja bekerja di sektor usaha kecil.
c.  40% dari volume bisnis di banyak negara dilakukan oleh usaha kecil.
d.  75% persen dari pekerjaan baru dihasilkan oleh sektor usaha kecil
e.  50% dari usaha kecil gagal pada dua tahun pertama.
f.  Usaha kecil menampung porsi terbesar pegawai dalam industry ritel, grosir dan
jasa.
g.  Usaha kecil menyumbang bagian terbesar dari penjualan di sector manufaktur.
h.  Manajemen yang buruk adalah penyebab terbesar kegagalan usaha kecil.
i.  Di hampir semua negara, usaha kecil adalah tempat lahirnya kewirausahaan.


















BAB II
PEMBAHASAN
Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia
dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Manajemen hanya merupakan alat  untuk mencapai tujuan dengan efektif dan efisien.Dalam
manajemen, kepemimpinan merupakan faktor yang sangat dominan. Manajemen merupakan
sistem kerjasama yang kooperatif dan rasional. Manajemen pada pembagian tugas kerja, dan
tanggung  jawab yang teratur.
Usaha kecil adalah usaha yang pemiliknya mempunyai jalur komunikasi langsung
dengan kegiatan operasi dan juga dengan sebagian besar tenaga kerja yang ada dalam
kegiatan usaha tersebut, dan biasanya hanya mempekerjakan tidak lebih dari limapuluh
orang.
Usaha kecil memiliki ciri-ciri:
1) Manajemen tergantung pemilik
2) Modal disediakan oleh pemilik sendiri
3) Skala usaha dan jumlah modal relatif kecil
4) Daerah operasi usaha bersifat lokal
5) Sumber daya manusia yang terlibat terbatas
6) Biasanya berhubungan dengan kebutuhan kehidupan sehari-hari
7) Karyawan ada hubungan kekerabatan emosional, dan
8) Mayoritas karyawan berasal dari kalangan yang tidak mampu secara ekonomis.
1. Kriteria Usaha Kecil
Menurut KADIN  dan  Asosiasi  serta  Himpunan  Pengusaha  Kecil,  yang termasuk
kategori usaha kecil adalah :
a. Usaha Perdagangan
Modal aktif perusahaan (MAP) tidak melebihi Rp 150.000.000/tahun dan  Capital
Turn Over (CTO) atau perputaran modal tidak melebihi Rp 600.000
b. Usaha Pertanian
Ketentuan MAP dan CTO seperti butir I.a di atas
c. Usaha Industri
Batas MAP adalah Rp 250.000.000 serta batas CTO Rp 1.000.000.000
d. Usaha Jasa
Batas MAP dan CTO seperti butir I.a di atas.
e. Usaha Jasa Konstruksi
Batas MAP dan CTO seperti butir I.a di atas.
2. Kekuatan dan Kelemahan Usaha Kecil
· Kelemahan-kelemahan usaha kecil
a) Modal terbatas
b) Kredibilitas
c) Permasalahan pegawai
d) Tingginya biaya langsung
e) Terlalu banyak telur dalam satu keranjang
f) Keterbatasan kualitas produk
· Kekuatan usaha kecil
a) Sentuhan pribadi
b) Motivasi yang lebih tinggi
c) Fleksibilitas yang tinggi
d) Minim birokrasi
e) Melayani pasar lokal/domestik
f) Produk/jasa tidak menarik perhatian (tidak mencolok)
· Faktor-faktor yang mengakibatkan kelemahan Usaha Kecil
1) Keterbatasan Modal
Menyeimbangkan "uang masuk" dan "uang keluar" adalah sebuah
perjuangan, terutama ketika mencoba melakukan perluasan usaha.
Bukannya mendapatkan pelayanan istimewa dari pemilik modal ketika
mengajukan pinjaman, pelaku usaha kecil malah lebih sering merasa
diperlakukan seperti warganegara kelas dua. Perusahaan kecil tidak
dapat menggunakan sistem kredit sebagai cara menjual semudah yang
dilakukan perusahaan besar. Selain itu, kebanyakan usaha kecil memiliki
masalah untuk tetap bertahan selama periode menunggu produk mereka
dapat diterima pasar.
2) Permasalahan Kepegawaian
Usaha kecil tidak mampu membayar gaji yang besar, serta
menyediakan kesempatan dan status yang biasanya terdapat pada
perusahaan besar. Pemilik usaha kecil harus berkonsentrasi pada
permasalahan sehari-hari dalam menjalankan bisnis dan biasanya
memiliki sedikit waktu untuk memikirkan tujuan atau rencana jangka
panjang.
3) Biaya langsung yang tinggi
Usaha kecil tidak dapat membeli bahan baku, mesin, atau persediaan
semurah perusahaan besar, atau mendapatkan diskon untuk volume
pembelian yang lebih besar seperti produsen besar. Jadi biaya produksi
per unit biasanya lebih tinggi untuk usaha kecil, tetapi pada umumnya
biaya operasional (overhead) biasanya lebih rendah.
kuatan usaha kecil
4) Keterbatasan varian usaha
Sebuah perusahaan besar yang memiliki banyak sektor usaha dapat
saja mengalami hambatan di salah satu usahanya, tapi mereka tetap
kuat. Hal ini tidak berlaku bagi usaha kecil yang hanya memiliki sedikit
produk. Usaha kecil sangat rentan jika produk baru mereka tidak laku,
atau jika salah satu pasarnya terkena resesi, atau jika produk lamanya
tiba-tiba menjadi ketinggalan zaman.
5) Rendahnya kredibilitas
Masyarakat menerima produk perusahaan besar karena namanya
dikenal  dan biasanya dipercaya. Usaha Kecil harus berjuang untuk
membuktikan setiap kali menawarkan sebuah produk baru atau
memasuki pasar baru. Reputasi dan keberhasilannya di masa lalu di
pasar jarang diperhitungkan.
· Faktor-faktor yang mendorong Kekuatan Usaha Kecil
Pelanggan seringkali membayar harga yang lebih mahal untuk perhatian
pribadi. Bahkan pada banyak industri dimana perbedaan produk dan
harganya tipis, faktor kehadiran manusia menjadi kekuatan utama dalam
menghadapi persaingan.
1) Motivasi lebih tinggi
Manajemen kunci dalam usaha kecil biasanya terdiri atas pemilik.
Konsekuensinya berkerja keras, Iebih lama, dan memiliki lebih banyak
keterlibatan personal. Laba dan rugi memiliki lebih banyak arti bagi
mereka daripada gaji dan bonus yang diperoleh para pegawai
perusahaan besar.
2) Fleksibiltas lebih tinggi
Sebuah usaha kecil memiliki fleksibiltas sebagai keunggulan kompetitif
utama. Sebuah perusahaan besar tidak dapat menutup sebuah pabrik
tanpa perlawanan dari organisasi buruh, atau menaikkan harga tanpa
intervensi dari pemerintah, namun usaha kecil dapat bereaksi rebih cepat
terhadap perubahan persaingan. Sebuah usaha kecil juga memiriki jalur
komunikasi yang lebih
pendek. Lingkup produknya sempit, pasarnya terbatas, serta pabrik dan
gudangnya dekat. Ia dapat dengan cepat mencium masalah dan
memperbaikinya.
3) Kurangnya birokrasi
Para eksekutif perusahaan besar seringkali kesulitan memahami
gambaran besar suatu persoalan. Hal ini menyebabkan terjadinya
inefisiensi. Dalam usaha kecil, seluruh permasalahan dapat mudah
dimengerti, keputusan dapat cepat dibuat dan hasilnya dapat segera
diperiksa dengan mudah.
4) Tidak menyolok
Karena tidak terlalu diperhatikan, perusahaan baru dapat mencoba
taktik penjualan yang baru atau memperkenalkan produk tanpa menarik
perhatian atau perlawanan yang berlebihan. Perusahaan besar
senantiasa berhadapan dengan perang proksi, aksi antitrust, dan
peraturan pemerintah. Mereka juga kurang fleksibel dan sulit melakukan
perubahan dan restrukturisasi.
3. Kapan Usaha Kecil dapat Berhasil ?
Perusahaan kecil pada umumnya dapat berhasil jika memenuhi kriteria seperti berikut
ini :
a. Memenuhi permintaan yang terbatas pada suatu wilayah lokal.
b. Memproduksi sesuatu untuk permintaan spesifik
c. Situasi di mana pasar berubah dengan cepat
d. Menargetkan segmen pasar tertentu
e. Menyediakan layanan perbaikan teknis.
f. Menyediakan layanan pribadi.
g. Menyediakan sentuhan pribadi
h. Menghindari persaingan langsung dengan perusahaan raksasa.
4. Perencanaan Strategis dan Implementasi
Seorang wirausaha yang melangkah masuk ke dalam seluk-beluk kewirausahaan
harus siap untuk berkiprah dalam suatu kompetisi yang tidak mungkin tidak sehat. Tidak
menutup kemungkinan bahwa lingkungan yang dimasuki tersebut merupakan kawah
Candradimuka yang penuh dengan abu batu sandungan yang menghambat kemajuan diri
maupun usahanya.
Untuk itu, sebelum memulai berusaha atau di dalam melanjutkan setiap periode
berusaha, perlu dipikirkan perencanaan strategis yang akurat dan menyeluruh meliputi
seluruh aspek-aspek manajerial dan teknis implementasinya.
Masukan dari lingkungan ekstern dapat berupa adanya peluang-peluang baru,
peluang baru yang diciptakan, maupun evaluasi atas periode operasional yang lalu untuk
mendapatkan gambaran kelayakan dan keterbatasan peluang di masa depan.
1. Melihat Peluang
Bagi seorang yang pesimis, lingkungan yang ada hanyalah sesuatu yang tidak
bergerak dan tidak berubah dari waktu ke waktu. Sedangkan wirausaha yang optimis
mampu melihat lingkungan yang statis sebagai sesuatu yang bergolak dan senantiasa
berubah sebagai suatu trend masyarakat yang tidak terduga
2. Menciptakan Peluang
Seringkali peluang tidak kelihatan dan harus diciptakan sendiri oleh wirausaha.
Prosedur untuk memulai atau mengembangkan ide tentang produk atau jasa-jasa baru
dapat berpedoman kepada langkah-langkah berikut :
a. Menyimpan contoh-contoh kebutuhan atau keperluan yang ditemukan secara luas
namun belum terpenuhi.
b. Mengolah masalah yang ditemukan, menggunakan ide-ide segar sebagai
pelengkap pemecahan masalah.
c. Selanjutnya, biarkan alam bawah sadar kita mengolahnya dan membuat sugesti-
sugesti pengembangannya.
3. Kelayakan dan Keterbatasan Peluang
Masing-masing peluang memiliki kelayakan serta keterbatasan untuk dilaksanakan.
Konsep untuk mengetahui apakah suatu peluang menguntungkan atau tidak untuk
dilaksanakan dikenal sebagai proses perencanaan strategis.
Perencanaan strategis adalah proses mengidentifikasi alternatif-alternatif keputusan
yang harus dilaksanakan oleh seorang wirausaha dalam menciptakan,
mengembangkan dan memilih peluang-peluang yang akan dilaksanakan demi
mencapai tujuan-tujuan yang menguntungkan. Berbagai peluang dan strategi menurut
Hugo Uytherhoeven di antaranya :
a. Do Nothing Strategy
b. Integrasi Vertikal
c. Integrasi horizontal
d. Likuidasi
e. Internasionalisasi
f. Kombinasi
g. Ekspansi
4. Perencanaan Strategis dan Implementasi
Formulasi strategi bisnis yang dimaksud merupakan langkah-langkah yang harus
dilakukan wirausaha yaitu sebagai berikut :
a. Identifikasi bentuk dan macam strategi pengembangan usaha yang akan dicapai
b. Menganalisis dan mengumpulkan informasi yang menunjang dari lingkungan
ekstern
c. Membuat peramalan tentang prospek-prospek yang menguntungkan dari
informasi yang diperoleh
d. Mengidentifikasi kemampuan serta sumber daya yang dimiliki
e. Merumuskan pilihan-pilihan strategi yang akan dilaksanakan
f. Melakukan evaluasi awal terhadap berbagai alternatif strategi yang akan dipilih
(test of consistency)
g. Implementation/pelaksanaan strategi
Proses pengambilan keputusan senantiasa memerlukan konsentrasi yang penuh,
kehati-hatian, ketelitian serta ketepatan dalam memprediksi atau meramalkan sesuatu
hal. Proses kunci yang menjembatani antara peluang yang terlihat dengan kenyataan
yang ada hanyalah dengan menghilangkan sebanyak mungkin faktor-faktor
penghalang untuk melihat kenyataan yang sebenarnya. Wirausaha dituntut untuk
melihat peluang seobyektif mungkin hingga diperoleh informasi bahwa bisnis yang
dilakukannya baik dan menguntungkan.
5. Pendirian Suatu Usaha Kecil
Tindak lanjut setelah wirausaha menemukan peluang atau mendapatkan ide tentang
penciptaan suatu produk atau jasa adalah bagaimana mengantisipasinya. Suatu peluang
hanya dapat dintisipasi dengan melakukan beberapa kegiatan yang menunjang untuk
mencapai tujuan dari wirausaha.
a) Mengantisipasi Peluang
Memperhatikan berbagai kegiatan yang harus dilakukan, maka wirausaha tidak
dapat mengerjakannya sendiri. Ia harus merumuskan :
1) Langkah-langkah dan jenis-jenis kegiatan apa saja yang akan dikerjakan ? siapa
yang mampu membantu dalam melakukannya ?
2) Biaya-biaya apa saja yang dibutuhkan dan berapa ?
3) Apa saja yang mungkin menjadi penghambat, dan bagaimana cara mengatasinya?
4) Apa saja manfaat dan keuntungannya ? bagaimana kelanjutan serta peluangnya
untuk jangka panjang ?
Kunci jawaban atas pertanyaan di atas adalah membentuk organisasi dengan segala
dinamika dan aktivitasnya.
b) Membentuk Organisasi
Organisasi yang dibentuk dan dilaksanakan selayaknya mengacu kepada struktur
organisasi. Namun hingga saat ini belum ada bentuk struktur organisasi yang baku
dan harus ditaati.
Organisasi yang solid atau kompak dapat tercipta jika masing-masing individu
dalam organisasi merasa memiliki organisasi, sehinga mereka mengerti dan menerima
peran dan tanggung jawab mereka dengan penuh dedikasi dan disiplin untuk
mencapai tujuan organisasi. Kondisi ini dapat tercapai jika wirausaha mampu
menerapkan prinsip-prinsip manajemen dalam organisasi serta memiliki jiwa
kepemimpinan yang tangguh.
c) Perencanaa Lokasi



Penentuan lokasi usaha bagi bentuk usaha industry dan manufaktur/pabrik adalah
sangat penting, hal tersebut sehubungan dengan efisiensi atas biaya dalam
memperoleh bahan baku maupun menghemat biaya transportasi dalam distribusi dan
penjualan produk akhirnya.
d) Perencanaa Bahan Baku dan Supplier (BBS)
Untuk mencapai hasil yang maksimal, maka selayaknya komponen-komponen dalam
usaha kecil mempunyai kualifikasi efisien, efektif, serta produktif. Oleh karenanya,
dalam perencanaan bahan baku dan menentukan supplier yang akan menunjang
kebutuhan usaha, wirausaha perlu memilih apa dan siapa yang paling
menguntungkan.
1) Perencanaan BBS untuk Industri Kecil
Wirausaha terlebih dahulu harus menentukan apakah mengolah sendiri atau
membeli kulit yang telah diproses. Juga dapat dipilih pemasok yang menyediakan
bahan baku yang kualitasnya baik namun harganya murah. Koordinasi dengan
bagian pembelian dan produksi serta penjualan akan membantu wirausaha dalam
menentukan perolehan bahan baku dan pemilihan pemasok.
2) Perencanaan BBS untuk Usaha Jasa
Wirausaha harus menentukan dimana bahan baku dapat diperoleh dengan
harga murah, kualitasnya baik, serta pelayanan lanjutan yang memuaskan.
Keseluruhan kegiatan tersebut dapat ditanganinya bersama dengan sekretaris dan
manajer perusahaannya.
e) Tata Letak (Layout)
Wirausaha perlu mengatur peletakan peralatan dan menata dekorasi di dalam
ruangan kerjanya. Manfaat dan fungsinya bagi tujuan perusahaan adalah akan
menarik minat konsumen untuk berpartisipasi serta member kesan baik dan
menambah citra perusahaan di mata rekan bisnis. Pengaturan dapat mengikuti pola-
pola sebagai berikut :
1) Layout Fungsional
2) Layout Garis
3) Layout Campuran









BAB III
KESIMPULAN
Kebanyakan bisnis dimulai oleh orang-orang yang tidak memiliki pengalaman.
Banyak orang berpendapat bahwa manajemen adalah “hal umum”, padahal bila para
pengusaha tidak tahu bagaimana mengambil keputusan bisnis, kemungkinan besar dalam
jangka panjang mereka akan gagal. Manajemen yang baik pada bisnis usaha kecil merupakan
salah satu kunci sukses dalam pengembangan bisnis usaha kecil.













DAFTAR PUSTAKA


cara mendirikan usaha baru

MAKALAH KEWIRAUSAHAAN
‘’CARA MENDIRIKAN USAHA BARU’’


DISUSUN OLEH:
NAMA                                                : HENDI IRAWAN                                                           
KELAS                                               : XII TKJ 1
MATA PLAJARAN                          : KEWIRA USAHAAN

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BINA SISWA 2 CILILIN
JALAN RAYA CIJENUK NO.26 KP.DENGKENG RT.01/RW03 DESA.RANCAPANGGUNG KEC.CILILIN
KAB.BANDUNG BARAT
2015






KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena
berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga saya dapat menyusun dan
menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Makalah ini membahas tentang
“CARA MENDIRIKAN USAHA BARU”.
Penulisan   makalah adalah merupakan salah satu tugas harian untuk melengkapi nilai nilai harian
Di samping itu, makalah ini juga disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang  ‘’cara mendirikan usaha baru ‘’yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber.
Kami tidak lupa mengucapkan terimakasih pada pihak-pihak yang telah membantu
menyelesaikan makalah ini.
Dalam Penulisan makalah ini kami merasa masih banyak kekurangan-kekurangan
baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang kami miliki.
Untuk itu kritik dan saran yang membangun dari semua pembaca. sangat kami harapkan demi
penyempurnaan pada tugas makalah kami berikutnya. Terimakasih








Daftar isi

BAB I        : Pendahuluan
BAB II       : Pembahasan
BAB III     : Penutup
DAFTAR PUSTAKA


















BAB I
PENDAHULUAN



A.     Latar Belakang
Melihat realita di zaman sekarang sangat sulit mencari pekerjaan, karena lowongan pekerjaan lebih sedikit dibandingkan pencari pekerjaan. Di desa maupun di kota sama- sama sulit mencari pekerjaan. Kami mencoba untuk meneliti cara mendirikan usaha, agar muncul  usaha- usaha baru untuk para pencari kerja. Langkah pertama untuk mendirikan usaha yaitu dengan mengetahui tata cara mendirikan suatu usaha baru. Maka dari itu kami memilih judul makalah “ CARA MENDIRIKAN USAHA “  untuk memperdalam materi kewirausahaan.
B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka diperoleh rumusan masalah sebagai berikut:
1)      dari mana ide mendirikan bisnis baru dapat kita peroleh?
2)      apa alasan-alasan mendirikan usaha baru?
3)      bagaimana cara memasuki usaha?
C.     Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan pembuatan makalah ini yaitu sebagai berikut:
1)      mahasiswa mengetahui asal ide usaha baru
2)      mahasiswa mengetahui alasan-alasan mendirikan usaha baru
3)      mahasiswa mengetahui cara memasuki usaha







BAB II
PEMBAHASAN


A.     Ide Mendirikan Usaha Baru
Beberapa penelitian telah berusaha mencoba untuk menemukan tempat bermulanya ide pendirian bisnis berskala kecil. National  Federation of Independent Business Foundation, menemukan bahwa “pengalaman kerja terdahulu” menyebabkan 45% ide baru. “Minat pribadi” berjumlah 16% dari total penelitian, dan “munculnya kesempatan” berjumlah 11%.
Longenecker, et. all, (2001) mengungkapkan beberapa sumber ide awal pendirian usaha baru, perusahaan. Sumber ide awal tersebut dapat berasal dari:
1)      pengalaman pribadi
Dasar utama ide awal adalah pengalaman pribadi, baik saat bekerja maupun di rumah. Pengetahuan yang didapatkan dari pekerjaan yang terakhir maupun sekarang seringkali membuat seseorang untuk melihat kemungkinan untuk memodifikasi produk yang telah ada, memperbaiki pelayanan, menduplikasi konsep bisnis dalam lokasi berbeda.
2)      minat
Kadangkala minat tumbuh di luar statusnya sebagai minat dan menjadi bisnis. Misalnya, seorang murid yang suka berolahraga ski mungkin dapat memulai bisnis penyewaan alat-alat ski. Dengan demikian, ia mendapatkan penghasilan dari kegiatan yang dia senangi.
3)      penemuan secara tidak sengaja
Penemuan secara tidak sengaja melibatkan sesuatu yang disebut serendipitas (kemampuan menemukan sesuatu) atau sejenis kemampuan untuk membuat penemuan yang diinginkan secara tidak sengaja.
4)      relasi atau bisnis keluarga
Ada pepatah bisnis adalah menjaga hubungan dan memperbanyak relasi. Relasi adakalanya kerjasama yang akan memunculkan ide melakukan usaha baik secara bersama maupun mandiri. Jika orang tua melakukan bisnis suka tidak suka, mau tidak mau, anak dan keluarga akan merasakan susah-enaknya berbisnis. Sekali waktu anak dan anggota keluarga akan menemukan ide bisnis yang kadang apabila diterapkan akan berjalan.
5)      pencarian ide dengan penuh pertimbangan
Sebuah ide awal dapat muncul dari percobaan yang dilakukan oleh wirausaha untuk menemukan ide baru. Usaha pencarian yang sedemikian rupa dapat berguna karena hal tersebut merangsang kesiapan pikiran, contoh wirausaha yang berpikir serius mengenai ide bisnis baru akan lebih dapat menerima ide baru dari berbagai sumber. Majalah dan tabloid lainnya merupakan sumber yang bagus untuk memperoleh ide awal. Salah satu cara membangkitkan ide awal adalah membaca tentang kreativitas wirausaha lain.
Alasan Mendirikan Usaha Baru
Berikut ini beberapa alasan orang-orang ingin mendirikan usaha baru:
1)      Menampilkan penemuan terbaru atau barang / jasa terbaru yang dikembangkan
2)      Mengambil keuntungan dari lokasi, peralatan, produk atau layanan, pekerjaan , pemasok, dan bankir yang ideal.
3)      Menghindari pendahuluan yang tidak diinginkan, kebijaksanaan proses, dan ikatan sah dari perusahaan yang ada. Preseden, kebijakan, prosedur, komitmen hukum dari perusahaan yang sudah ada yang tidak diinginkan.


C.     Cara Memasuki Usaha
Sebagai pengelola dan pemilik usaha atau pelaksana usaha kecil wirausaha dapat memilih dan melakukan tiga cara yang dapat dilakukan oleh seseorang apabila ingin memulai suatu usaha atau memasuki dunia usaha yaitu :
1)      merintis usaha baru
Memulai usaha dimulai dari ide dasar yang kuat, bisa diwujudkan dan penuh pertimbangan muncul karena kreativitas dan inovasi. Merintis udaha baru dimulai dengan adanya ide dasar (longenecer, et. all, 2001);
a.       ide awal penyediaan produk yang sudah ada, tapi belum tersedia pasar bagi konsumen
b.      ide awal yang melibatkan teknologi baru, yang didasarkan bagi penyediaan produk baru pada konsumen
c.       ide awal yang didasarkan pada penyediaan produk yang telah diperbarui bagi konsumen
Merintis usaha baru perlu memperhatikan beberapa hal penting agar usaha tersebut mampu tumbuh dan berkembang dalam jangka panjang. Hal penting tersebut adalah:
a.       bidang, jenis usaha yang dimasuki
b.      bentuk usaha dan kepemilikan
c.       tempat usaha yang dipilih
d.      organisasi usaha
e.       jaminan usaha
f.        lingkungan usaha yang berpengaruh.





Secara umum, ada 3 (tiga) bentuk usaha baru yang dapat dirintis yaitu:
a.       perusahaan milik sendiri (sole proprietorship), bentuk usaha yang dimiliki dan dikelola sendiri oleh seseorang
b.      persekutuan (partnership), suatu kerjasama (asosiasi) dua orang atau lebih yang secara bersama-sama menjalankan usaha bersama
c.       perusahaan berbadan hukum (corporation), perusahaan yang didirikan atas dasar badan hukum dengan modal saham-saham.
2)      membeli perusahaan lain
Adakalanya wirausaha menjual usaha kepada wirausaha lain karena suatu hal. Wirausaha yang akan melakukan pembelian perlu mempertimbangkan resiko-resikonya dan harus dilakukan dengan hati-hati. Banyak alasan mengapa seseorang memilih membeli perusahaan yang sudah ada daripada mendirikan atau merintis usaha baru, antara lain:
a.       resiko lebih rendah
b.      lebih mudah dalam memasuki dunia usaha
c.       memiliki peluang untuk membeli dengan harga yang dapat ditawar.
Untuk menghindari kerugian yang sangat mahal, seorang wirausaha harus memperhatikan hal-hal kritis dalam analisis pembelian seperti berikut:
a.       alasan pemilik menjual sebuah usaha
b.      bagaimana kondisi fisik perusahaan
c.       potensi produk dan jasa yang dihasilkan
d.      aspek legal yang perlu diperhatikan
e.       kondisi keuangan masa sebelumnya, kini, dan prospek masa depan.
Membeli bisnis yang sudah ada apabila dilakukan dengan pengamatan sampai implementasi pembelian dengan tepat akan mendatangkan beberapa keuntungan seperti:
a.       apabila sebelumnya perusahaan sudah berhasil, maka dimungkinkan ke depan dapat terus berhasil
b.      bisnis yang sudah ada mungkin telah berada pada lokasi yang baik
c.       sudah memiliki karyawan, peralatan, persediaan, pelanggan, dan pemasok
d.      pemilik baru dapat langsung menjalankan bisnis
e.       pemilik baru dapat memanfaatkan pengalaman pemilik sebelumnya.
Namun tidak selamanya membeli perusahaan lain mendatangkan keuntungan. Berikut beberapa kelemahan dari membeli usaha:
a.       ada kecenderungan nilai perusahaan rendah
b.      pemilik lama mungkin sudah menciptakan citra buruk
c.       karyawan lama mungkin tidak sesuai dengan perubahan pemilik baru
d.      lokasi, fasilitas, persediaan mungkin sudah usang
e.       perubahan dan inovasi sulit dijalankan
3)      waralaba
Waralaba adalah suatu sistem distribusi di mana pemilik bisnis semi mandiri membayar iuran dan royalti kepada perusahaan induk untuk menjual produk/jasa dengan menggunakan format sistem bisnisnya. Waralaba menjadi alternatif memulai usaha yang banyak diminati saat ini karena berbagai alasan seperti mudah pendiriannya, iklan bersama, nama sudah dikenal, dan lain-lain.
Permasalahan umum yang terjadi di Indonesia yaitu masalah posisi, sebagian besar wirausaha hanya berstatus penerima waralaba dari pada pemberi waralaba. Wirausahawan yang akan memulai usaha waralaba perlu mengetahui dengan teliti aturan-aturan perjanjian kerjasama yang akan dibuat. Beberapa kuntungan membeli waralaba yaitu:
a.       adanya dukungan dan pelatihan manajemen
b.      daya tarik merk dan mutu produk dan jasa yang baik
c.       program iklan berskala nasional
d.      mendapat bantuan keuangan
e.       kekuatan membeli terpusat dan ada perlindungan teritorial
f.        peluang berhasil lebih besar

Sedangkan kelemahan membeli waralaba antara lain:
a.       adanya iuran waralaba dan pembagian keuntungan
b.      sepenuhnya mengikuti operasi standart dan kurang kebebasan
c.       batasan dalam pembelian dan lini produk terbatas
d.      program pelatihan yang tidak memuaskan
4)      bisnis keluarga
Bisnis keluarga adalah sebuah lembaga bisnis/perusahaan yang anggota keluarganya secara langsung terlibat di dalam kpemilikan dan atau jabatan/fungsi dalam perusahaan. Meskipun pendiri merupakan kekuatan uatama dalam memulai perusahaan wirausaha, kebutuhan akan dukungan bisnis dan bantuan keuangan akan membuat pengelola mempercayai anggota keluarga dari pada orang lainyang belum begitu dikenal. Cepat atau lambat, pendiri akan melibatkan pasangan dan anggota keluarga ke dalam bisnis, dengan beberapa alasan, standar hidup keluarga terkait langsung dengan abisnis dan keluarga merupakan aset yang berharga bagi seseorang.

Berdasarkan penjelasan cara merintis usaha baru di atas, kita dapat mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan dari ketiga cara tersebut ke dalam tabel sebagai berikut:




BAB III
PENUTUP


A. Kesimpulan
a. Ide mendirikan usaha baru
Beberapa penelitian telah berusaha mencoba untuk menemukan tempat bermulanya ide pendirian bisnis berskala kecil. National  Federation of Independent Business Foundation, menemukan bahwa “pengalaman kerja terdahulu” menyebabkan 45% ide baru. “Minat pribadi” berjumlah 16% dari total penelitian, dan “munculnya kesempatan” berjumlah 11%.